Jumat, 24 November 2017

PROFIL





pada awalnya, Tari Topeng Cirebon ini  diciptakan oleh sultan Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati. Ketika Sunan Gunung Jati berkuasa di Cirebon, terjadilah serangan oleh Pangeran Welang dari Karawang. Pangeran ini sangat sakti karena memiliki pedang Curug Sewu.
Melihat kesaktian sang pangeran tersebut, Sunan Gunung Jati tidak bisa menandinginya walaupun telah dibantu oleh Sunan Kalijaga dan Pangeran Cakrabuana. Akhirnya sultan Cirebon memutuskan untuk melawan kesaktian Pangeran Welang itu dengan cara diplomasi kesenian.
Berawal dari keputusan itulah kemudian terbentuk kelompok tari, dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penarinya. Setelah kesenian itu terkenal, akhirnya Pangeran Welang jatuh cinta pada penari itu, dan menyerahkan pedang Curug Sewu itu sebagai pertanda cintanya.
Bersamaan dengan penyerahan pedang itulah, akhirnya Pangeran Welang kehilangan kesaktiannya dan kemudian menyerah pada Sunan Gunung Jati. Pangeran itupun berjanji akan menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati yang ditandai dengan bergantinya nama Pangeran Welang menjadi Pangeran Graksan.
Seiring dengan berjalannya waktu, tarian inipun kemudian lebih dikenal dengan nama Tari Topeng dan masih berkembang hingga sekarang.

GALERY

1. TARI TOPENG CIREBON
2. POKOK-POKOK TARI TOPENG
3. JENIS-JENIS TOPENG

POKOK-POKOK TARI T0PENG


Pokok – pokok Tari Topeng Cirebon ada 9 (sembilan) gerakan yaitu:
1. Adeg-adeg
2. Pasangan
3. Capang
4. Banting Tangan
5. Jangkung Ilo
6. Godeg
7. Gendut
8. Kenyut
9. Nindak / Njanda

 Kesembilan gerakan tersebut adalah disesuaikan dengan lubang yang terdapat pada tubuh manusia, yaitu sebagai berikut :
• Dua lubang mata
• Dua lubang telinga
• Dua lubang hidung
• Dua lubang pelepasan (depan dan belakang )
• Satu lubang mulutArti dari kesembilan gerakan tersebut yaitu : 1. ADEG –ADEG (berdiri ) : Artinya kita harus berdiri dengan kokoh agar tidak tergoyahkan.
2. PASANGAN   : Artinya kita senantiasa memberikan suri tauladan kepada orang lain dengan berbuat kebajikan dan kebaikan.
3. CAPANG : Artinya agar kita selalu ringan tangan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan.
4. BANTING TANGAN : Artinya kita harus senantiasa bekerja keras.
5. JANGKUNGILO : Artinya mengukur keinginan kita dengan kemampuan yang ada.
6. GODEG : Artinya geleng kepala. Maknanya apabila kita melihat saudara kita sesama manusia yang sedang di landa kesusahan kita senantiasa menggelengkan kepala dan kemudian menolongnya sesuai kemampuan.
7. GENDUT : Artinya dalam hidup ini kita jangan gemuk sendiri karena masih banyak saudara – saudara kita yang kekurangan dan hidup dibawah garis kemiskinan.
8. KENYUT : Artinya Kepincut. Maknanya kita harus kepincut kepada hal – hal yang sifatnya positif dan konstruktif.
9. NINDAK / NJANGKA : Artinya bertindak atau berbuat. Maknanya kita senantiasa harus berbuat kepada jalan yang diridhoi Allah SWT.

JENIS-JENIS TOPENG

    

                                                                        PANJI


 Jenis tari topeng yang pertama ini merupakan tarian yang menggambarkan seorang tokoh suci. Secara bahasa kata “panji” diyakini sebagai singkatan dari bahasa jawa yakni “mapan ning kang siji” yang dalam bahasa indonesia memiliki makna tetap tertuju pada Allah SWT.

                                                                     SAMBA


Jenis topeng kedua ini memerankan tokoh anak-anak yang lucu, cerita, serta gesit. Kata "Samba" diyakini diambil dari kata “saban” yang secara bahasa indonesia dapat diartikan setiap. Dalam keterkaitan ajaran islam gerakan serta pementasan jenis tari topeng samba ini memiliki makna yang tersirat bahwa seorang muslim harus mengerjakan perintah Allah SWT.

                                                                   Rumyang

 

Pada pementasan topeng rumyang, penari mengkomunikasikan sebuah masa dimana seorang anak telah tumbuh menginjak remaja atau dalam islam juga disebut dengan “akhil balig”. Dilihat dari nilai dakwahnya gerakan dalam tari topeng rumyang merupakan gerakan yang menyampaikan pesan bahwa seseorang yang telah memasuki masa akhil balig hendaknya memperbanyak dzikir dan mengingat Allah.

                                                               Tumenggung

 

Beranjak dari masa remaja pada topeng tumenggung pementasan menggambarkan seseorang yang penuh dengan karakteristik serta tegas dalam bertindak. Dilihat dari sisi ajaran islam topeng tumenggung menggambarkan sifat budi pekerti luhur antar sesama.

                                                                      Kelana

 

Menggambarkan sifat angkara murka dengan memerankan tokoh yang jahat sebagai gambaran orang-orang yang tersesat. Pada pertunjukan ini terdapat makna bahwa semasa hidup seorang manusia harus senantiasa berusaha guna mendapatkan kebahagian hidup di jalan yang benar.

PROFIL

pada awalnya, Tari Topeng Cirebon ini  diciptakan oleh sultan Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati. Ketika Sunan Gunung Jati berkuasa di ...